Suatu hari ada seorang pemburu yang sedang melakukan hobinya berburu di dalam hutan. Kesenangan dari pemburu ini adalah menangkap burung.
Hari itu, dia mendapatkan seekor burung yang tidak kecil tapi juga tidak terlalu besar. Burung itu terlihat sangat indah dan pandai berkicau. Setelah menangkapnya, burung itu dimasukkan ke dalam sebuah sangkar.
Merasa dirinya ada dalam bahaya, burung itu mencoba untuk bernegosiasi dengan si pemburu. Ceritanya burung ini bisa bicara. Dia berkata kepada si pemburu, "hai pemburu, jika kamu mau membebaskanku, maka aku akan memberikan tiga buah nasihat bijak yang sangat bermanfaat bagi hidupmu. Dengan nasihat bijak yang akan aku berikan ini, kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkan kesuksesan hidup."
Setelah dipikir-pikir, karena rasa penasaran ingin tahu apa tiga nasihat bijak itu maka si pemburu mulai membuka ruang negosiasi.
"Bagaimana jika setelah aku bebaskan kamu, kamu langsung terbang dan tidak memberikan tiga nasihat itu padaku?"
Burung pun menjawab, "Baiklah kalau itu yang menjadi keberatanmu. Satu nasihat akan aku berikan dari dalam sangkar ini jika kamu membuka tutup sangkarnya. Nasihat kedua akan aku berikan diatas pohon di dekatmu. Dan nasihat ketiga akan aku berikan dari puncak pohon di seberang sana. Bagaimana menurutmu?"
Singkat cerita pemburu dan burung itu mencapai kesepakatan. Mereka deal. "Baiklah aku buka tutup sangkar ini, cepat katakan nasihat bijak pertamamu!"
"Nasihat pertama, janganlah kamu menyesali apa yang telah hilang dari padamu, meskipun hal itu sungguh-sungguh merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupmu!" kata si burung dengan sangat meyakinkan.
Si pemburu berpikir, "Bagus juga ini nasihat". Dia ingin cepat-cepat mendengarkan nasihat yang kedua. "Ok cepat terbanglah ke pohon itu dan segera katakana nasihatmu yang kedua!" perintah si pemburu kepada burung.
Di atas pohon sambil menggerak-gerakkan tubuh indahnya, si burung pun berkata kepada pemburu, "Nasihat kedua, jangan mempercayai dan melakukan suatu hal atau menerima tawaran apapun yang tidak bisa diterima dengan akal sehatmu, betapapun hal itu terdengar sangat meyakinkan dan menjanjikan."
Burung itu kemudian terbang ke puncak pohon yang agak jauh dari si pemburu. Dari atas pohon, dia berkata kepada si pemburu, "Dasar pemburu tolol, kamu tidak tahu sebelum aku ada di hutan ini, aku adalah burung kesayangan dari salah satu orang kaya di negeri ini, suatu hari aku bisa keluar dari sangkarku dan berjalan-jalan di dalam rumah mewahnya. Aku masuk dalam kamar majikanku dan aku memakan dua butir berlian dengan ukuran cukup besar. Sejak saat itu majikanku dengan sengit mengejar untuk membunuh dan menangkapku. Tak disangka aku jatuh ke tanganmu. Seandainya kamu tidak melepaskanku, kamu bisa membunuhku dan mendapatkan dua berlian besar itu. kamu bisa menjadi orang kaya mendadak. Hahahaha...."
Mendengar hal itu, marahlah si pemburu dan dengan gusar dia berusaha menangkap kembali burung itu. Dia berusaha mengejar dan membidik burung itu dengan berbagai macam cara. Pada saat dia marah dan kesal, teringatlah dia akan nasihat burung yang pertama, "Jangan menyesali apa yang telah hilang dari padamu".
Pemburu itupun mulai tenang, kemudian berkata kepada si burung, "Ok lah aku tidak akan menyesali karena telah melepaskanmu. Sekarang katakanlah nasihat bijakmu yang ke tiga!".
Burung itu berkata kepada pemburu, "Nasihat ketiga adalah jangan tolol! Ingatlah selalu nasihat pertama dan kedua. Baru saja kamu bertindak tolol dengan mempercayai bahwa di perutku ada dua butir berlian ukuran besar. Apakah itu bisa dengan mudah dicerna oleh akal sehatmu? Kamu memang pemburu yang tolol! Selamat tinggal!" Burung itu terbang, pemburu pun tertawa.
Itu adalah cerita fiktif, tapi pelajaran yang ada di dalamnya sangat penting buatmu dalam menjalani perjuangan mencapai sukses. Ada banyak kerugian dan kemalangan melingkupi hidup seseorang karena ketololannya sendiri. Mereka terlalu bersedih atas apa yang telah hilang daripadanya sehingga tidak memiliki semangat untuk melanjutkan hidupnya kembali. Sebagian yang lain, ingin cepat sukses dan kaya dengan mempercayai hal-hal yang di luar akal sehatnya. Akhirnya bukan kesuksesan yang didapatkan tapi justru kerugian yang sangat besar.
Kamu harus selalu ingat, kejarlah kesuksesan, nikmati prosesnya tapi jangan tolol!
Sumber: Buku "Mau Sukses Baca Ini" oleh Joko Salim, S.Kom, SE, CFP
Komentar
Posting Komentar